List News

oleh: Ust. Ahmad Masykur Siddiq. Lc. MA.

Kata 'maulid' berasal dari Bahasa Arab yang berarti waktu kelahiran. Adapun kata 'menyambut' dalam KBBI disebutkan: "menyongsong kedatangan orang, hari peringatan, dan sebagainya.' Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW berarti peringatan menyambut kedatangan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Kenapa peristiwa ini begitu istimewa hingga kaum muslimin menyambut kedatangan waktunya? Karena ini adalah peristiwa lahirnya manusia yang paling mulia di muka bumi; seorang Nabi yang paling mulia di antara semua nabi; penghulu semua Rasul, penyelamat umat manusia di dunia dan penyelamat orang beriman di akhirat.

Bagaimana orang mukmin tidak gembira dengan lahirnya seorang yang menjadi penyelamatnya di dunia dan akhirat? Bahkan seluruh umat manusia pantas bergembira dengan lahirnya seorang yang mengorbankan seluruh hidupnya, jiwa dan raganya, untuk keselamatan dan kebahagiaan mereka di dunia. Dan idaklah Kami mengutusmu melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta. [QS. Al-Anbiya': 107]

Diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah merupakan karunia untuk umat manusia umumnya dan orang beriman khususnya. Sungguh, Allah benar-benar telah memberi karunia kepada orang-orang mukmin ketika (Dia) mengutus di tengah-tengah mereka seorang Rasul (Muhammad) dari kalangan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab Suci (Al-Qur’an) dan hikmah. Sesungguhnya mereka sebelum itu benar-benar dalam kesesatan yang nyata. [QS. Ali Imran: 164]

Bergembira saat mendapat karunia dari Allah adalah suatu yang diperintahkan. "Katakanlah (Nabi Muhammad), Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya itu, hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan. [QS. Yunus: 58]

Namun yang perlu diperhatikan adalah cara mengekspresikan kegembiraan tersebut. Jangan sampai kita mengekspresikan kegembiraan ini dengan cara yang Nabi SAW tidak menyukainya. Suatu hal yang sangat kontras jika menyambut kedatangan seseorang dengan cara yang orang tersebut tidak menyukainya. Maka sepatutnya jika kita ingin mengekspresikan kegembiraan tersebut lakukanlah hal-hal yang Nabi SAW sukai. Seperti berbagi kepada orang lain.

Hal ini yang dilakukan oleh Abu Lahab paman Nabi SAW. Ketika budaknya membawa kabar gembira kelahiran Nabi Muhammad SAW, Abu Lahab langsung memerdekakan budak pembawa berita tersebut. Atas apa yang dia lakukan, Allah SWT memberinya balasan berupa keringanan di alam kubur, Allahm memberinya minum yang keluar dari ujung jarinya. Seperti yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dalam Shahihnya.

Namun faktanya banyak kaum muslimin yang melakukan hal-hal yang dilarang oleh Nabi SAW. seperti membuang sisa makanan dan mengotori masjid setelah selesai acara peringatan maulid Nabi SAW. Dalam acara mereka memuji-muji Nabi SAW dan mengaku mencintainya, namun setelah itu mereka melakukan hal yang Nabi SAW larang. Ada pula yang semangat menghadiri acara maulid Nabi SAW di mana pun diadakan. Namun dia hampir tidak pernah sholat ke masjid selain sholat jumat.

Mari kita sambut maulid Nabi SAW dengan memperbaharui iman kita kepada Nabi SAW dan niat untuk meningkatkan amal kita agar lebih sesuai lagi dengan sunnah hingga kita mendapat cinta dari Nabi SAW dan cinta dari Allah.

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Ali Imran: 31]

Tags:

Share: