List News

Jakarta, Agustus 2022 – Recycle House merupakan salah satu program unggulan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitulmaal Muamalat (BMM) dalam usaha recovery pasca bencana alam khususnya gempa bumi. Berangkat dari konsep recycle house atau rumah daur ulang, Laznas BMM membangun kembali rumah para penyintas gempa bumi di berbagai wilayah tanah air dengan memanfaatkan puing-puing rumah yang rusak sebagai material bangunan serta menjadikannya sebagai rumah ramah gempa.

Sejumlah 680 unit recycle house telah dibangun untuk para warga terdampak bencana alam mulai dari Lombok, Donggala, Ambon hingga Mamuju. Kini Laznas BMM bersama Bank Muamalat dan berbagai mitra kembali fokus memberikan bantuan untuk para penyintas gempa Pasaman-Sumatera Barat khususnya wilayah Pasaman Barat melalui program pembangunan recycle house “Rumah Bangkik Basamo” sebagai respon dari kondisi warga yang masih kesulitan membangun kembali rumah tinggalnya dan masih bertahan di hunian darurat maupun tenda darurat walaupun enam bulan telah berlalu sejak gempa bumi melanda.

Launching program tersebut sendiri ditandai dengan pelaksanaan “Kick Off Recycle House Bangkik Basamo” yang berlangsung pada Rabu (31/8) lalu dan berlokasi di Jorong Timbo Abu, Nagari Kajai, Kec. Talamau, Kab. Pasaman Barat, Sumatera Barat serta dihadiri oleh Awaldi selaku Pembina Yayasan BMM sekaligus Direktur Operasi Bank Muamalat, Novi Wardi selaku Direktur Eksekutif Laznas BMM, Muhammad Taufik selaku Branch Manager Bank Muamalat Padang, para pejabat setempat meliputi Wali Nagari Kajai Induk dan Kajai persiapan serta para warga penyintas gempa.

Dalam sambutannya Awaldi mengatakan “Alhamdulillah, program ini akan di berikan kepada dua jorong di Nagari Kajai, Kec. Talamau, Kab. Pasaman Barat dengan total 65 rumah. Yakni Jorong Timbo Abu sebanyak 35 rumah dan Jorong Pasar Lamo sebanyak 30 rumah. Dalam suasana yang kesusahan, warga menunjukkan semangat untuk bangkit membangun kembali rumah yang menjadi kebanggaan bagi setiap kita agar keluarga bisa kembali berkumpul dan tinggal dengan nyaman. Jika rumah sudah jadi, maka ekonomi segera pulih karena kepala keluarga merasa aman meninggalkan anak istri untuk bekerja. Berangkat dari Spirit kebangkitan dan kemandirian ini, maka kita sebut sebagai Rumah Bangkik Basamo.”

Lebih lanjut Novi Wardi yang biasa di sapa Novwar menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bank Muamalat dan berbagai mitra donor lainnya yang telah mendukung dan turut serta menyukseskan program recovery pasca gempa ini. “Kami juga masih terus mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk memberikan donasinya dalam rangka mendukung program ini agar saudara kita di Pasaman dapat kembali bangkit. Program Rumah Bangkik Basamo ini adalah program gotong royong berbagai pihak, termasuk para warga penyintas gempa yang setiap hari bergotong royong untuk membangun kembali tempat tinggal mereka” tandas Novwar.

Tags:

Share: