List News

Banten – Beberapa waktu lalu, tepatnya sekitar bulan Maret 2021, muncul pemberitaan yang membuat jagad sosial media ramai karena ditemukannya aliran menyimpang dari akidah agama Islam, yaitu aliran Islam Hakekok Balakasuta yang berada di Kp. Pamukiman Desa Karang Bolong, Kec. Cigeulis, Kab. Pandeglang, Baten.

Salah satu sebab munculnya penyimpangan akidah tersebut disinyalir oleh karena lokasi tempat tinggal mereka yang terpisah dan jauh dari pemukiman warga setempat. Sehingga mereka sulit terpantau aktivitasnya.

Untuk itu, sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional yang memiliki perhatian khusus terhadap bidang sosial-dakwah, Baitulmaal Muamalat (BMM) membantu mereka agar dapat memiliki kehidupan yang lebih baik. BMM berinisiatif untuk merelokasi rumah warga ke lingkungan yang kondusif dan memiliki rumah layak huni melalui program Rumah Harapan.

Novi Wardi, Direktur Eksekutif BMM, mengungkapkan, “Saat tim kami melakukan assessment ke lapangan, ditemukan bahwa warga mantan penganut Islam Hakekok menjalani keseharian di lingkungan yang jauh dari pemukiman dan berada dalam rumah yang tidak layak huni. Padahal, rumah sehat dan layak huni merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi manusia. Untuk itu, BMM mencoba memberikan solusi dengan merelokasi rumah warga dengan tujuan mereka dapat memperbaiki hidupnya menjadi lebih baik.”

Dalam menjalankan program Rumah Harapan ini, BMM turut menggandeng Bank Muamalat sebagai mitra. Direktur Kepatuhan, Risiko dan Legal Bank Muamalat sekaligus Pembina BMM Andri Donny mengatakan, inisiatif dari BMM untuk membangun rumah bagi eks pengikut aliran hakekok harus diapresiasi. Sebab hal tersebut tak lain dari perwujudan dari sifat Muslim yakni bermanfaat bagi sesamanya.

“Kami di Bank Muamalat senantiasa siap mendukung program-program yang dijalankan oleh BMM. Mudah-mudahan program Rumah Harapan ini segera rampung dan dapat digunakan oleh saudara kita eks pengikut hakekok di Pandeglang, Banten, ” ujarnya.

Alhamdulillah, sebanyak 6 (enam) KK mantan penganut aliran Islam Hakekok direlokasi ke lapangan Kampung Pamukiman Desa Karang Bolong, Kec. Cigeulis, Pandeglang, Banten. Lokasi lapangan tersebut sangat strategis karena dekat dengan Mushola warga setempat dan mempermudah akses bagi para mantan penganut aliran Islam Hakekok untuk mempelajari agama Islam dengan benar.

Sebagai langkah awal, BMM mengadakan seremonial peletakan batu pertama pembangunan Rumah Harapan bagi para warga mantan penganut aliran Islam Hakekok Balakasuta pada hari Selasa, (22/6/21) di Pandeglang, Banten. Dalam acara tersebut dihadiri pula oleh Kadiv Pendistribusian dan Pendayagunaan BMM, Jahidin, Camat Cigeulis, Subro Mulisi, Ketua MUI Cigeulis, KH. Unjaya, Perwakilan Sesepuh Ulama Banten, Abuya Muhtadi selaku, tokoh masyarakat setempat, serta para penerima manfaat.

Diharapkan dengan adanya program Rumah Harapan, mantan penganut aliran Islam Hakekok dapat menempati rumah layak huni, berinteraksi kembali dengan masyarakat agar rawan akidah dapat terhindarkan, dapat tercukupi kebutuhan dasarnya seperti sandang, papan dan pangan, serta dapat kembali bangkit dari keterpurukan.

Karim, salah satu penerima manfaat mengucapkan, "Alhamdulillah, akhirnya Kami bisa punya rumah yang layak. Semoga bisa memacu semangat kami untuk hidup lebih baik lagi."

Tags:

Share: