List News

Sigli - Mengenang Tragedi Gempa dan Tsunami Aceh yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 silam, Anak Yatim yang tergabung dalam Oprhan Kafala Program (OKP) Baitulmaal Muamalat (BMM) menggelar dzikir dan doa bersama di Museum Tsunami Pidie. 

Doa bersama ini dipimpin oleh Tgk Usman, S.Pd yang diikuti oleh anak yatim korban tsunami dan konflik Aceh. Beliau juga pernah menjadi orang tua angkat dan pengasuh anak yatim beberapa tahun silam.

Kegiatan kali ini mengambil tema yaitu Refleksi Tsunami dan Kekuatan Masyarakat Aceh dalam Menghadapi Pandemi Covid-19.

Staff Program OKP Pidie, Zikrillah mengatakan "Kegiatan Dzikir dan Doa bersama ini kami laksanakan sebagai bentuk renungan bagi anak yatim korban konflik dan tsunami, agar apa yang telah terjadi menjadi pelajaran dan i'tibar bagi kami untuk mensyukuri nikmat yang Allah berikan".

Pelaksanaan dzikir dan doa bersama dilaksanakan secara terbatas, karena masih dalam kondisi pandemi Covid 19. "Iya kegiatan ini kami laksanakan secara terbatas dan hanya khusus bagi anak yatim korban Tsunami dan Konflik yang boleh ikut, mengingat saat ini belum boleh mengumpulkan orang dalam jumlah banyak" tuturnya.

Selesai acara Dzikir dan Doa bersama, OKP BMM juga menggelar Medical Check Up yang dikhususkan untuk anak yatim. Pemeriksaan kesehatan ini diberikan kepada anak yatim korban tsunami secara gratis.

Tina Rafika binti Iskandar, salah satu penerima manfaat program OKP, mengatakan semoga dengan diadakannya Dzikir dan Doa bersama ini, kami mohon ampunan Allah untuk orang tua kami dan juga korban tsunami yang meninggal saat tragedi itu terjadi, semoga mereka ditempatkan pada Syurga yang Allah Ridhai.

Rafiqi bin Ismarullah berterimakasih kepada pemerintah Arab Saudi, Islamic Development Bank (IsDB) dan Lembaga Amil Zakat Nassional (Laznas) Baitulmaal Muamalat yang telah membantu serta memfasilitasi biaya pendidikan untuk saya. Semoga kami mampu meraih masa depan yang gemilang

Tags:

Share: