List News

Bersekolah sambil berjualan ikan, itulah aktivitas yang melekat pada siswa kelas 6 di SD Bambu Kuning Ciseeng, Fajar Ari Saputra salah satu penerima Beasiwa Cikal Muamalat.

Ditengah himpitan ekonomi, Fajar tak pernah mengeluh. Terkadang ia hanya duduk di kelas saat jam istirahat, tak bisa jajan seperi anak-anak yang lain. Fajar memilih menabung untuk esok hari, ia tahu beban ayahnya begitu berat. Sang Ayah hanya bekerja sebagai buruh bangunan, penghasilannya yang tak pernah cukup setiap bulannya.

Namun, Fajar adalah anak yang selalu mempunyai ide, ia membuat kolam ikan sederhana. Perlahan ia tak meminta lagi uang jajan, ia mulai berjualan ikan. Di usianya yang masih belia, fajar sudah merasakan sulitnya mencari uang.

Ujian tidak berhenti begitu saja, Ibu tercintanya menutup mata untuk selamanya, ibu yang selalu ia jaga, ibu yang menjadi alasan ketika ia pulang sekolah selalu bergegas pulang atau tidak masuk sekolah. .

Tekad yang kuat menjadi ciri khas Fajar. Beberapa hari setelah ibunya wafatnya, ia kembali ke sekolah. Ada ayah yang harus ia bahagiakan dengan prestasi dan cita-citanya.

“Aku ingin menjadi seorang TNI, dapat membela bangsa dan negara”, ungkap Fajar.

Program Beasiswa Cikal Muamalat menjadi harapan baru untuk Fajar melanjutkan sekolah. Pembinaan yang dilakukan membuat ia makin bersemangat sekolah dan menggapai cita-cita.

“Aku akan membuat ayah bangga, karena ia sudah berjuang setiap harinya”, kalimat yang dimuat dalam buku diarynya.

Tags:

Share: