List News

Perhatian terhadap “pejuang sebatang kara” mendapat porsi minor di masyarakat. Kondisi kompleks dengan ragam problematika baik dari segi kesehatan, produktivitas, ekonomi dan sosial melekat di dalam kehidupan mereka sehari-hari. Untuk itu, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitulmaal Muamalat (BMM) menginisiasi untuk melakukan sinergi bersama Komunitas Beras dan komunitas lainnya mewujudkan gerakan “Peduli Pejuang Sebatang Kara,” yaitu sebuah gerakan dalam memuliakan lansia, yatim piatu, keluarga kurang mampu, difabel dan orang yang kurang beruntung lainnya melalui ajakan untuk memfasilitasi kebaikan.

Bpk. Abdul Rohman, Ketua Karang Taruna Polawan, Triwodadi, Pajangan Bantul sekaligus sebagai Pok Giat LPMD berpendapat “Banyak masalah sosial yang belum dapat diselesaikan diantaranya adalah lansia sebatang kara yang difabel, karena ketidaklengkapan administrasi menghambat mereka untuk mendapatkan bantuan dari negara. Sementara kebutuhan pangan, sandang, papan mereka merupakan hal mutlak. Seperti halnya Desa Pajangan, ada 10 lansia yang membutuhkan perhatian khusus yang menjadi kewajiban kita bersama.”


Rina Ekawati, selaku Kepala Perwakilan BMM Wilayah DIY menerangkan “BMM berkomitmen memfasilitasi kebaikan melalui sinergi dengan berbagai pihak, baik dalam lingkup negara maupun masyarakat untuk menuntaskan permasalahan komprehensif tersebut. Agar dapat berintegrasi dengan baik, dibutuhkan koordinasi dalam peran dan tanggungjawab dari tiap elemen masyarakat secara masif demi manfaat yang lebih besar.”


Hal yang sama diungkap oleh Bpk. Zaenuri sebagai Ketua Komunitas Berbagi Beras “Dibutuhkan wadah komunitas sosial yang memungkinkan terwujudnya kegotong royongan semua lapisan masyarakat untuk membantu secara rutin dan terkoordinir.”


Sebagai langkah nyata kontribusi nyata BMM dan Komunitas Berbagi Beras, pada hari Minggu, 26 Januari 2020 dilakukan pendistribusian 4,44 ton beras kepada 891 lansia dhuafa dan 33 kursi roda kepada difabel dhuafa serentak Kec. Sedayu, Bantul, Yogyakarta dan sekitarnya dengan melibatkan relawan BMM, karang taruna, POLRI, dan komunitas untuk mendistribusikan langsung ke rumah sasaran. Harapannya dengan adanya bantuan beras dan kursi roda, menjadi salah alat bantu yang bisa menjadi harapan hidup bagi mereka untuk dapat lebih mandiri, yang pada akhirnya bisa mengurangi beban masyarakat.

Tags:

Share: