List News

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Berlandaskan rasa kepedulian terhadap sesama, khususnya para santri, Laznas Baitulmaal Muamalat dan Baitulmaal Munzalan Indonesia berkomitmen untuk membuat sebuah program bersama.

Diawali dengan kisah Ustadz Luqmanul Hakim, Ketua Yayasan Baitulmaal Munzalan Indonesia yang berkunjung ke salah satu pondok pesantren di daerah Pontianak. Beliau mendapati beras tidak layak konsumsi dengan kondisi beras yang patah, bau, dan kotor yang sangat memprihatinkan. Beras tersebut dikonsumsi oleh para santri terpilih yang diamanahi menghafal Al-Qur'an, namun sayangnya mereka tidak didukung dengan asupan yang layak.

Sejak saat itu dibentuklah Gerakan Infaq Beras (GIB) yang diinisiasi oleh Yayasan Baitulmaal Munzalan Indonesia yang bertekad memberikan makanan khususnya beras terbaik untuk anak yatim dan penghafal Al-Qur'an di seluruh Indonesia bahkan dunia.

Berawal dari membantu satu pondok pesantren, saat ini GIB sudah menyalurkan lebih dari 123 ton beras terbaik setiap bulannya kepada 46.524 anak yatim dan penghafal Al-Qur'an yang tersebar di 36 kota di Indonesia. Namun kabar buruknya, angka di atas masih sangat jauh dari target karena masih ada lebih dari 28.194 pondok dengan 4.290.626 santri yang terdata di seluruh Indonesia (Sumber : Kementrian Agama) yang menantikan manfaat dari gerakan ini.

Dengan melihat kondisi tersebut, Laznas Baitulmaal Muamalat (BMM) terinspirasi untuk melakukan kolaborasi dengan Baitulmaal Munzalan Indonesia agar dapat memberikan manfaat kepada para anak yatim & penghafal Al-Qur’an.

“Kolaborasi yang kami lakukan timbul dari kepedulian & semangat yang sama dengan Baitulmaal Munzalan Indonesia. Sinergi bersama untuk memberikan manfaat lebih banyak bagi para santri & masyarakat yang membutuhkan, karena sinergi adalah energi”. Ujar Galeh Pujonegoro, Kadiv Penghimpunan dan Perwakilan Wilayah BMM.

BMM menginisiasi gerakan ini menjadi sebuah program yang lebih luas dan universal dengan nama "Beras Untuk Sesama". Hal tersebut dikarenakan BMM melihat bahwa diluar sana selain kisah santri diatas masih banyak saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan untuk sekedar makan nasi setiap harinya.

Pada hari Kamis (24/10/2019), BMM dan Baitulmaal Munzalan Indonesia melakukan penandatanganan MoU program "Beras Untuk Sesama" yang berlokasi di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Pontianak. Pesantren tersebut merupakan salah satu penerima manfaat program Beras Untuk Sesama. Dalam acara ini juga dilakukan simbolisasi penyerahan bantuan kepada salah satu santri sebesar Rp 1.500.000.000,-.

“Kami berharap dengan kolaborasi ini semakin menguatkan ajakan kepada masyarakat untuk dapat turut andil dalam memberikan dukungan terbaik kepada para santri dalam mengemban ilmu sehingga bisa meraih prestasi tinggi melalui program "Beras Untuk Sesama".
Kedepannya, melalui program-program serupa, kami juga berharap bisa mewujudkan mimpi bahwa di Indonesia tidak akan ada lagi yang mengalami kesulitan untuk mengakses kebutuhan pokok, yakni beras untuk makan sehari-hari.” Ujar M. Riandy, Manager Layanan Muzaki BMM.

Tags:

Share: