List News

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Baitulmaal Muamalat (BMM) merupakan Lembaga Nazhir Wakaf berdasarkan Surat Tanda Bukti Pendaftaran Nazhir Badan Wakaf Indonesia Nomor 3.3.0000.6 tertanggal 29 Januari 2018.

Saat ini BMM telah melakukan penerapan dini PSAK 112. PSAK 112 merupakan Akuntansi Wakaf yang mengatur tentang perlakuan akuntansi atas transaksi wakaf yang dilakukan baik oleh nazhir maupun wakif yang berbentuk organisasi dan badan hukum yang akan berlaku efektif pada 1 Januari 2021.

Pada hari Kamis (3/10/2019), BMM menyerahkan Laporan Keuangan Aset Wakaf tahun 2018 yang telah diaudit kepada Badan Wakaf Indonesia (BWI). Penyerahan ini dilakukan di kantor BWI yang berlokasi di Bayt Al-Qur'an, Taman Mini Indonesia Indah.

Tujuan dari penyerahan Laporan Keuangan Aset Wakaf ini adalah sebagai bukti bahwa pengelolaan wakaf saat ini oleh nazhir telah dilakukan dengan cara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Selain penyampaian laporan keuangan aset wakaf tahun 2018, dalam acara ini juga dilakukan penyerahan surplus pengelolan wakaf uang (cash waqf) Baitulmaal Muamalat senilai Rp 222.480.750,- kepada Mauquf 'Alaih atau penerima manfaat wakaf. Dalam hal ini, Mauquf ‘Alaih untuk program-program bidang pendidikan (antara lain beasiswa) dan ekonomi.

Agenda ini dihadiri oleh Ketua Badan Wakaf Indonesia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA beserta jajaran; Direktur Eksekutif BMM, Teten Kustiawan beserta jajaran; dan perwakilan mahasiswa-mahasiswi penerima manfaat (mauquf 'alaih) wakaf.

"Saya sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Baitulmaal Muamalat yg telah menjadi pioneer dalam menginisiasi pelaporan keuangan wakaf berdasarkan PSAK 112 ini. Hal ini tentunya akan membawa nazhir wakaf semakin dipercaya oleh masyarakat dalam mengelola aset wakaf produktif yang tentunya akan menghasilkan hasil yang akan semakin bermanfaat bagi para penerima manfaat, baik itu di bidang pendidikan maupun ekonomi" Ujar Prof. M. Nuh.

“Adanya laporan keuangan aset wakaf yang disusun sesuai PSAK 112 dan audited cerminan profesionalitas dan akuntabilitas nazhir yang semakin baik. Semoga semua ini menjadi washilah (sarana) semakin besarnya wakaf yang terhimpun dan produktif dalam pengembanggannya oleh nazhir.” Tutup Teten Kustiawan.

Tags:

Share: