Tentang Kami

Salam CEO

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Segala puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala dan sholawat senantiasa tercurah kepada junjungan kita nabi besar Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalam.

Di Indonesia, kondisi ekonomi masyarakat yang belum merata masih menjadi masalah besar hingga kini. Isu tentang kemiskinan seolah tak pernah terselesaikan di tengah masyarakat kita. Hal ini menjadi tanggungjawab kita semua sebagai warga negara. Bukan hanya pemerintah, lembaga amil zakat juga memiliki peran dan tanggungjawab yang cukup besar dalam mengatasi masalah perekonomian. Baitulmaal Muamalat (BMM), sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) dalam hal ini tentunya terus berupaya membuat pergerakan-pergerakan dalam rangka meningkatkan efektifitas layanan, program serta pengelolaan dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS DSKL).

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengembangkan dan meningkatkan efektifias sebuah lembaga amil zakat yaitu dengan melakukan sinergi atau kolaborasi bersama lembaga/pengelola zakat lainnya. Forum Zakat (FOZ), yang merupakan rumah besar bagi gerakan zakat di Indonesia menginisiasi adanya sinergi dan kolaborasi antar organisasi pengelola zakat. Hal tersebut digagas oleh FOZ dalam acara CEO LAZ Forum pada tanggal 23 – 24 Oktober 2019 lalu. Dalam forum tersebut dibahas mengenai sinergisitas serta kolaborasi pendayagunaan zakat diantara 135 organisasi pengelola zakat yang menjadi anggota FOZ. Tujuannya agar manfaat zakat lebih optimal dirasakan oleh muzakki dan mustahik, terlebih dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Bersamaan dengan momen tersebut dilakukan pula penandatanganan MoU kolaborasi antara BMM dengan beberapa lembaga amil zakat lainnya yang melibatkan 25 Organisasi Pengelola Zakat untuk mengerjakan 30 project bersama dengan total dana Rp30 milyar. Adapun tema CEO LAZ Forum yang diusung kali ini yaitu "Menuju Arsitektur Baru Gerakan Zakat Indonesia" dengan membawa harapan agar tata kelola zakat tidak hanya efektif dan efisien namun mampu menembus akar permasalahan kemiskinan yang didukung oleh stakeholder dari pemerintah, industri keuangan, akademisi, dan masyarakat umum, sehingga instrumen zakat dalam ekonomi Islam dapat membawa perubahan yang sesuai dengan perkembangan 'kekinian'.

Optimalisasi sinergi pengelolaan zakat saat ini juga terus berkembang dengan pemanfaatan teknologi digital. Hal tersebut dikuatkan dengan pelaksanaan International Conference World Zakat Forum (WZF) ke-8 yang mengusung tema “Optimalisasi Global Zakat melalui Teknologi Digital” dan diikuti oleh 34 negara pada tanggal 5 November 2019 lalu. Dengan menggunakan informasi berbasis digital akan membantu optimalisasi pengelolaan dan pelaporan zakat. Manfaat utamanya untuk meningkatkan efektifitas pemasaran, transparansi penghimpunan dan pendistribusian dana zakat, hingga memberikan kemudahan bagi muzaki untuk donasi melalui digital platform.

Pada kegiatan yang juga dihadiri oleh perwakilan dari BMM ini, dilangsungkan pula penandatanganan MoU antara WZF dengan United Nations Development Programs (UNDP) terkait program zakat pada Sustainable Development Goals (SDG’s). SDG’s merupakan kesepakatan pembangunan baru yang mendorong perubahan-perubahan ke arah pembangunan berkelanjutan. Saat ini, BMM sendiri telah melaksanakan beberapa poin yang tertuang di dalam SDG’s diantaranya No Poverty, Zero Hunger, Good Health and Well-Being, Quality Education, Clean Water Sanitation, Decent Work and Economic Growth dan Reduce Inequalities melalui dana zakat yang disalurkan melalui BMM.

Seperti halnya Dusun Zakat Muamalat (DZM) – Donggala, sebuah program rehabilitasi dan pemberdayaan yang bersifat komprehensif dan integratif yang dilaksanakan oleh BMM bagi masyarakat terdampak gempa bumi, tsunami dan likuefaksi yang menimpa Sulawesi Tengah satu tahun silam. BMM yang bekerjasama dengan PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMi) telah membangun ulang rumah warga dan fasilitas umum lainnya bagi para korban bencana. Progress yang dilakukan saat ini diantaranya sudah dibangun 320 recycle house, dua madrasah, 82 MCK, dan 11 unit sumur bor yang berada di Desa Saloya, Kec. Sindue Tambosabora, Desa Kavaya dan Desa Marana, Kec. Sindue dan Desa Oti, Kec. Sindue Tobata Kab. Donggala. Diharapkan dengan program DZM di Kab. Donggala dapat mengantarkan masyarakat kepada kesejahteraan dan kemandirian setelah mereka terpukul dengan musibah gempa yang menimpa mereka hingga masyarakat dapat kembali hidup normal dan cepat bangkit membangun daerahnya.

Ke depan, kita semua tentu berharap tidak ada lagi bencana alam besar yang menimpa wilayah Indonesia, yang secara geografis atau kondisi alamnya memang rentan terhadap terjadinya bencana, semisal banjir. Terkait hal tersebut, alangkah baiknya bila kita megantisipasi terjadinya banjir di wilayah tempat tinggal kita masing-masing, terutama saat memasuki bulan November ini, dimana musim penghujan mulai terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Potensi datangnya hujan yang terkadang lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang membuat kita harus selalu waspada, baik dari penyakit maupun musibah yang datang. Musibah yang sering terjadi saat hujan lebat adalah banjir, terutama dikota-kota besar seperti DKI Jakarta.

Terdapat 10 langkah antisipasi menghadapi bencana banjir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yaitu: 1.) Selalu simak informasi terkini mengenai curah hujan dan posisi air pada pintu air, 2.) Menyiapkan peralatan keselamatan, 3.) Amankan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi, 4.) Amankan dokumen penting seperti ijzah, akte, dll, 5.) Siapkan bahan makanan mudah saji, 6.) Siapkan obat-obatan darurat, 7.) Matikan aliran listrik saat banjir terjadi, 8.) Mengungsi ke daerah yang aman, 9.) Hindari berjalan di dekat saluran air, dan 10.) Bila air terus meninggi, hubungi instansi yang terkait dengan penanggulangan bencana. Dengan menerapkan 10 langkah tersebut, diharapkan mampu mengurangi resiko bencana yang dihadapi.

Semoga Allah Ta’ala selalu melindungi kita dari bahaya dan musibah yang datang. Dan semoga hujan yang Allah Ta'ala turunkan membawa keberkahan kepada kita. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin


Jakarta, 10 Rabi’ul Awwal 1441 H / 7 November 2019

 


Teten Kustiawan
Direktur Eksekutif
Baitulmaal Muamalat