Tentang Kami

Salam CEO

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,


Segala puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala dan sholawat senantiasa tercurah kepada junjungan kita nabi besar Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wassalam.


Merespon peristiwa di bulan Februari, dalam hal kemanusiaan Allah kembali menguji beberapa daerah khususnya Jabodetabek dengan banjir. Terdapat respon berbeda dari berbagai pihak mengenai banjir yang melanda. Respon positif diwujudkan melalui banyaknya saudara kita atau lembaga yang berkiprah untuk saling membantu warga terdampak bencana termasuk dalam hal ini Baitulmaal Muamalat (BMM) turut melakukan tindakan evakuasi. Di sisi lain terdapat respon negatif dalam bentuk perbincangan yang saling menyalahkan antar pihak atas musibah banjir yang melanda.


Selain banjir, musibah lain juga tengah melanda masyarakat dalam taraf global yakni terkait dengan epidemi COVID-19. Musibah ini mengakibatkan berbagai aktivitas dihentikan baik dalam skala nasional maupun internasional. BMM memandang musibah ini layaknya ujian. Dalam menghadapi ujian ini, kita patut merespon seperti Nabi Sulaiman ‘alaihis salam yang tertuang dalam QS. Shad : 30 - 40. Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dalam menghadapi ujian tersebut hal pertama yang dilakukan ialah beristighfar memohon ampunan kepada Allah SWT sehingga kita sebagai manusia, umat, dan bangsa seharusnya mengintrospeksi diri karena bisa jadi musibah ini disebabkan oleh kesalahan kita baik dalam ucapan, perbuatan dan sikap-sikap kita terhadap sesama manusia maupun lingkungan. Hal kedua yang hendaknya kita lakukan dalam menghadapi ujian ini yakni bekerja dan berdo’a untuk memperoleh suatu hal atau tindakan yang bisa mengatasi dan berbuat yang lebih baik lagi agar hal ini tidak terjadi. Mari kita bersatu, bergandeng tangan dan bergotong royong untuk menghadapi ujian ini.


Selain beberapa musibah kemanusiaan yang menimbulkan keprihatinan dan membutuhkan sikap kesatuan, terdapat momentum yang patut kita sambut dengan gembira yakni Kongres Umat Islam Indonesia VII yang baru saja dilaksanakan di Pangkal Pinang pada 26 – 29 Februari 2020. BMM turut bergembira dan menyambut dengan baik atas momentum ini dikarenakan acara tersebut merupakan sarana kesatuan umat dengan membahas agenda, mencari solusi atas problematika termasuk pembahasan mengenai rekomendasi terkait dengan dunia perzakatan secara khusus atau filantropi secara umum. BMM mengucapkan selamat atas terlaksananya kongres tersebut dan semoga dapat menjadi amal ibadah serta pemberi solusi atas problematika umat.


Bertolak dari berbagai peristiwa pada bulan Februari tersebut, maka pada bulan Maret ini yang mana bukan secara kebetulan bahwa pada tanggal 27 Rajab atau 22 Maret akan diperingati peritiwa isra’ mi’raj. Sebagaimana kita ketahui bahwa peristiwa isra’ mi’raj ini tidak hanya peristiwa Rasulullah menerima perintah dari Allah SWT tetapi juga merupakan perjalanan untuk menghibur Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wassalam dari duka yang dihadapi. Maka kita harapkan peringatan isra’ mi’raj dapat menjadi momentum bagi kita agar di bulan Maret ini kita dapat mengobati luka-luka ataupun memperbaiki berbagai kelemahan yang ada dalam diri pribadi maupun organisasi. Hal tersebut dapat dilakukan melalui beberapa hal antara lain dengan bersinergi dan bahu membahu sebagaimana rekomendasi dari Kongres Umat Islam Indonesia VII untuk meraih sesuatu yang lebih baik lagi di Bulan Maret dari bulan Januari dan Februari yang telah kita lalui.


Harapan kami, hal ini dapat menginspirasi semua lini dan semua posisi, baik BMM, lembaga lain maupun bangsa dan negara agar zakat dapat tumbuh lebih baik lagi serta kesadaran dalam berzakat terus meningkat dan juga masyarakat turut merasakan manfaatnya. Saat ini dunia zakat sangat dinanti para korban terdampak bencana bahkan yang terjadi jauh sebelumnya seperti korban gempa di beberapa daerah yang telah berlalu sekian bulan. Korban bencana tersebut masih memerlukan bantuan dan uluran tangan sehingga jangan sampai pengelola zakat tidak hadir di antara mereka yang mana menyebabkan para korban seakan-akan seperti ditelantarkan.


Akhir kata, diharapkan aktivitas pendistribusian maupun penghimpunan dapat semakin lebih baik dan BMM secara khusus dapat berperan selain menghadapi musibah seperti di Donggala dan Ambon, juga dapat menyambut ramadhan dengan persiapan yang lebih baik lagi. Maka selamat bertugas! Selamat meraih sesuatu yang lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya. Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin.


Jakarta, 07 Rajab 1441 H / 02 Maret 2020



Teten Kustiawan
Direktur Eksekutif